BGTG

International Investor Club – Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali memberikan rekomendasi saham atau biasa disebut Sangmology di sosial media Twitter-nya setelah absen lama pada tanggal Selasa 26 Juli 2021.

Baca Juga: UNVR Jatuh Terendah 8 Tahun Karena Laba Anjlok

Kaesang dan Saham BGTG

Kaesang BGTG
Jawa Pos (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, terakhir Kaesang menggunakan media sosialnya untuk mencuit soal investasi yakni pada Rabu 26 Mei lalu, ketika itu Kaesang ‘menyenggol’ pendiri pabrikan mobil listrik Tesla Inc, Elon Musk, salah satu orang terkaya di jagad bumi dan juga investor mata uang digital (cryptocurrency).

Kaesang yang dikenal sebagai investor saham dan investor klub sepak bola itu ‘menyindir’ Elon Musk dalam instastories di akun Instagramnya @kaesangp.

Kali ini, dalam akun Twitternya, Kaesang merekomendasikan saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG). Menurut Kaesang BGTG termasuk bank yang cukup dini bertransformasi digital.

Terbukti dengan diluncurkannya aplikasi digital banking BANGGA di tahun 2018.

Menurut Kaesang, modal yang dimiliki hingga Q1-2021 adalah sebesar Rp 1,14 Triliun sehingga harus melakukan rights issue atau penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk memenuhi ketentuan modal minimum Rp 2 Triliun di akhir 2021 dan Rp 3 Triliun di akhir 2022.

Sangmology

Blok-A Media (doc.)

Hal yang menarik yang diamati oleh Kaesang, PBV BGTG di harga Rp 197/unit hanyalah 1,9 kali bahkan jika seandainya BGTG naik ke atas Rp 300/unit pun valuasinya masih murah dibandingkan dengan bank-bank digital lainya.

Sebagai gambaran, PBV adalah metode valuasi yang membandingkan nilai buku suatu emiten dengan harga pasarnya. Semakin rendah PBV biasanya perusahaan akan dinilai semakin murah. Secara rule of thumb, PBV akan dianggap murah apabila rasionya berada di bawah angka 1 kali.

“Jangankan 300, lha wong sebetulnya 500-600 aja masih tergolong wajar, kalo dibandingkan bank digital lainnya.”

Pascarekomendasi Kaesang, pada perdagangan Senin kemarin, saham BGTG terbang ke level tertinggi harian alias ARA (auto reject atas) yakni kenaikan 25% dengan nilai transaksi yang sangat ramai di angka Rp 436 Miliar dan menjadi salah satu saham yang paling ramai ditransaksikan kemarin.

Akan tetapi di hari Selasa kemarin, saham BGTG gagal mencapai level Rp 300/unit dan malah terkoreksi 2,22% ke level Rp 264/unit dengan nilai transaksi mencapai Rp 115 Miliar.

Menariknya rekomendasi Kaesang kali ini jatuh kepada saham dengan kapitalisasi pasar kecil yakni hanya sebesar Rp 3 Triliun.

Biasanya Kaesang melakukan ‘pompom’ di saham-saham berkapitalisasi pasar menengah ke atas dan merupakan saham-saham Badan Usaha Milik Negara alias Pelat Merah.

Pompom saham biasanya merujuk pada istilah untuk mengajak agar orang membeli suatu saham.

Setelah di kuartal pertama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor dari level 6.500 hingga 6.000 yang menyebabkan saham-saham berkapitalisasi pasar besar dan menegah akhirnya tumbang, Kaesang mulai hilang dan tidak lagi melakukan rekomendasi Sangmology. Ini membuat banyak followers Kaesang yang menanyakan di kolom komentar nasibnya yang nyangkut di saham rekomendasi Sangmology.