International Investor Club – Laba bersih PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) melesat 176 persen secara tahunan hingga kuartal III/2021. Tim Analis Samuel Sekuritas menilai penguatan kinerja PTBA ditopang harga komoditas batu bara yang tengah menguat.

“Kami menilai, mayoritas pertumbuhan didorong oleh tren penguatan harga batubara global, yang angka rata-ratanya mencapai US$134,7 per ton pada kuartal II/2021, lalu pada kuartal I/2021 harganya sudah mencapai US$96,3 per ton dan secara year to date [ytd] sudah mencapai US$126,8 per ton,” tulisnya dalam riset harian.

Baca Juga: Bank Aladin (BANK) Jadi Rekomendasi Analis Trimegah, Kenapa?

PTBA Menarik

PTBA

Dalam sajian berita Bisniscom dijabarkan, verdasarkan laporan keuangan, PTBA mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak Rp 4,76 Triliun hingga September 2021, atau naik 176 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 1,72 Triliun.

Sementara itu, pendapatan perusahaan naik ke Rp 19,38 Triliun atau naik 50,84 persen dibandingkan dengan pada sembilan bulan pertama tahun sebelumnya senilai Rp 12,84 Triliun.

Adapun, saham PTBA pada akhir sesi I perdagangan awal pekan ini tercatat naik 80 poin atau 3 persen ke 2.750. Sejak dibuka hari ini, harga saham PTBA bergerak di kisaran 2.740 – 2.850.

Secara ytd, saham PTBA tercatat masih turun 1,78 persen. Namun, dalam setahun atau year on year (yoy) harga sahamnya sudah naik 40,10 persen.

Dengan laporan keuangan yang positif, Samuel Sekuritas merekomendasikan saham PTBA untuk dibeli dengan target harga Rp3.200.

Laba Melesat

Berdasarkan sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, kenaikan kinerja ini terjadi di tengah pemulihan ekonomi global dan nasional yang mendorong naiknya permintaan atas batu bara, disertai dengan kenaikan harga batu bara yang signifikan hingga menyentuh level US$ 203 per ton pada 30 September 2021.

Adapun beban pokok pendapatan juga naik menjadi Rp 11,13 Triliun dari sebelumnya Rp 9,33 Triliun.

Sementara itu, laba usaha anak usaha Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini tercatat sebesar Rp 6,32 Triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,83 Triliun.

Jumlah liabilitas mencapai Rp 11,17 Triliun, naik dari Desember 2020 sebesar Rp 7,12 triliun, sementara ekuitas besar Rp 21,02 triliun dari Desember tahun lalu Rp 16,94 Triliun.

Seiring dengan pencapaian laba bersih tersebut, perusahaan juga mencatat kenaikan total aset sebesar 19% dari sebesar Rp 27,0 Triliun di semester I-2021 menjadi Rp 32,2 Triliun per 30 September 2021.