New Economy

International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan menyiapkan papan perdagangan untuk saham-saham ‘new economy’ mulai tahun depan.

Baca Juga: PTBA Direkomendasikan Karena Kinerja yang Apik

Papan Saham New Economy

saham new economy
Celebrating the new economy (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menyampaikan, rencana pengembangan papan strategis masuk ke dalam sembilan rencana kerja inisiatif strategis bursa.

Hal ini sebagai bagian dari 42 Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2022. Rinciannya, sembilan masuk kategori strategis, sembila lainnya terkait rencana kerja terkait agenda dalam master plan 5 tahun rencana pengembangan bisnis BEI.

“24 lain enhancement, penyempurnaan fungsi dan kegiatan operasional BEI,” kata Hasan Fawzi, dalam konferensi pers kemairn.

Hasan menyebut, dari berbagai rencana inisiatif strategis itu, antara lain pengembangan mengenai sistem penyelenggara perdagangan alternatif (SPPA), inisiatif perdagangan nilai emisi karbon, pengembangan papan emiten dalam pemantauan khusus, pengembangan elektronik IPO (electronic initial public offering) dan pengembangan papan baru new economy.

Hanya saja, Hasan belum merinci lebih lanjut mengenai kriteria perusahaan untuk bisa tercatat di papan new economy.

Namun demikian, dengan papan new economy, ke depan BEI akan memiliki empat papan pencatatan saham di bursa selain papan utama, papan pengembangan, dan papan akselerasi.

Sebagai informasi, papan utama adalah papan bagi perseroan terbatas yang sudah membukukan pendapatan usaha lebih dari 36 bulan dengan laba usaha dalam setahun terakhir.

Lebih Terfokus

saham farmasi ARB
Bisniscom (doc.)

Kemudian, laporan keuangan yang telah diaudit minimal 3 tahun. Aktiva berwujud bersihnya lebih dari Rp 100 miliar dan menawarkan jumlah saham kepada publik minimal 300 juta saham dengan lebih dari 1.000 pihak pemegang saham.

Selanjutnya, untuk papan pengembangan adalah perseroan terbatas yang membukukan pendapatan usaha lebih dari 12 bulan. Laba usaha masih boleh rugi dengan proyeksi tahun kedua sampai keenam membukukan laba usaha dan laba bersih.

Aktiva berwujud di atas Rp 5 Miliar dan jumlah saham ditawarkan kepada publik minimal 150 juta saham dengan pemegang saham di atas 500 pihak.

Sedangkan, papan akselerasi adalah perseroan terbatas yang ditujukan terutama bagi perusahaan rintisan. Perusahaan yang masuk papan ini masih boleh merugi tapi dengan estimasi laba di tahun ke-6. Laporan keuangan audited minimal setahun. Jumlah saham yang ditawarkan minimal 20% dengan pemegang saham lebih dari 300 pihak.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders), Michael Tjoajadi, juga sudah menyinggung saham-saham new economy.

Dia mengungkapkan, pandemi menyebabkan hampir seluruh dunia usaha terkena imbas. Tapi ada sejumlah sektor yang berpotensi tumbuh yang disebut dengan istilah the new economy.

“Sektor teknologi, marketplace, bank digital, ESG [Environmental, social and corporate governance].”