International Investor Club – Pemegang saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah menyetujui aksi korporasi pemecahan nilai saham atau stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) AKRA yang diadakan awal pekan ini di Jakarta.

Baca Juga: INTP Mau Buyback Saham dengan Nilai Triliunan Rupiah

AKRA Bakal Stock Split

JIIPE AKRA
JIIPE (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, jumlah pemegang saham yang hadir sebanyak 3,26 miliar saham atau 82,82% dari total 3,94 miliar saham yang merupakan hasil pengurangan dari jumlah treasury stock sejumlah 67,26 juta saham saham.

Manajemen menyebut, tidak ada pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang menyatakan suara tidak setuju dan/atau blanko atas usulan mata acara rapat. Sehingga, keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat dari seluruh pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang hadir.

Nilai nominal per saham AKRA saat ini adalah Rp 100 per saham, sedangkan nilai nominal per saham setelah stock split akan menjadi Rp 20 per saham.

Langkah Selanjutnya

investor saham
Okezone (doc.)

Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB, AKRA akan mengajukan permohonan pencatatan saham pada tanggal 24 Desember 2021 untuk kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait. Stock split akan berlaku efektif pada Januari 2022.

Aksi korporasi stock split ini ditujukan agar saham ini lebih terjangkau, dan untuk memperluas basis investor.

“Partisipasi investor ritel di Indonesia telah meningkat secara signifikan selama setahun terakhir dengan banyaknya investor muda dan milenial mencari peluang investasi yang menarik,” terang Haryanto Adikoesoemo Presiden Direktur AKRA.

Haryanto melanjutkan, AKRA merupakan konstituen dari indeks-indeks utama seperti LQ45, Indeks SRI KEHATI, dan IDX ESG Leader Index yang banyak diikuti oleh komunitas investor.

Haryanto mengatakan, prospek AKRA juga ditunjang dengan kinerja yang kuat selama periode Sembilan bulan pertama 2021. Emiten penyalur bahan bakar minyak ini membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 20% menjadi Rp 797 Miliar.

Dengan infrastruktur yang andal dan efisien, AKRA tetap menjaga kontinyuitas pengiriman produk energi dan bahan kimia kepada para pelanggan, bahkan di tengah Covid-19 dan gangguan pada rantai pasok global.

Haryanto melihat prospek bisnis AKRA terus membaik dengan semakin aktifnya kegiatan perekonomian, dan semakin berkembangnya kawasan ekonomi khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik. Hal ini dapat menarik lebih banyak investor untuk membeli dan atau menyewa lahan di JIIPE serta meningkatkan recurring income.