International Investor Club – Pasar obligasi korporasi (corporate bond) terlihat mulai bangkit di awal tahun ini. Salah satu indikasinya tercermin dari Indobex Corporate Bond Total Return, indeks yang mengukur kinerja obligasi korporasi ini mencapai rekor tertingginya di pekan lalu.

Baca Juga: PGAS Punya Kinerja Apik, Apakah Mulai Menarik untuk Dilirik?

Prospek Obligasi Korporasi

obligasi korporasi
Liputan6 (doc.)

Berdasarkan sajian berita Kontan dijabarkan, Direktur & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Asset Management Indonesia, Ezra Nazula, tak menampik bahwa corporate bond pada tahun ini punya prospek yang lebih baik.

Menurutnya, kinerja obligasi korporasi pada tahun ini akan didorong oleh perbaikan ekonomi serta iklim suku bunga yang rendah. Ia mengungkapkan:

“Di satu sisi, likuiditas di dalam negeri masih relatif tinggi. Sehingga dari sisi demand untuk obligasi korporasi saat ini memang tinggi.”

Senada Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha menyebut permintaan terhadap obligasi korporasi sangat tinggi. Hal ini tercermin dari penerbitan beberapa corporate bond yang punya nama dan kualitas, selalu mengalami oversubscribed.

Sementara dari sisi penerbitan, untuk saat ini masih relatif terbatas. Alhasil, terdapat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Hal ini lah yang membuat kinerja obligasi ini jauh lebih baik dibanding obligasi negara.

Obligasi - Bond

Dengan pemulihan ekonomi yang ada di depan mata, para analis sepakat bahwa penerbitan corporate bond akan semakin semarak. Pasalnya, para perusahaan pada tahun ini diyakini sudah akan memulai kembali ekspansi di mana mencari dana melalui pasar obligasi masih jadi pilihan yang menarik dalam situasi saat ini.

Walaupun ada potensi kenaikan suku bunga acuan, Ezra meyakini hal ini tidak akan menyurutkan minat para perusahaan untuk menerbitkan corporate bond. Lagipula, suku bunga acuan saat ini dinilai masih kondusif sehingga para emiten tidak terbebani karena dari sisi cost of fund masih murah.

Yudha menambahkan, dari sisi risiko, saat ini secara umum risiko gagal bayar para perusahaan sudah jauh lebih baik. Walaupun, tak dipungkiri beberapa sektor secara risiko tergolong masih riskan.

“Oleh karena itu, kami masih punya view overweight untuk obligasi korporasi pada tahun ini,” tutup Yudha.