International Investor Club – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berencana menerbitkan obligasi korporasi berwawasan lingkungan (green bond) dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 5 Triliun.

Baca Juga: Rusia Tetapkan Sanksi Ekonomi ke AS dan Sekutu. Pembalasan!

Obligasi Hijau dari BNI

BBNI Bank Mayora BNI
Berita Satu (doc.)

Dalam sajian berita Kompas dijabarkan, surat utang akan ditawarkan dalam 3 seri, yakni seri A dengan jangka 3 tahun, seri B jangka 5 tahun, dan seri C jangka 7 tahun.

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan, dana terhimpun akan digunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

Adapun kategori KUBL yang dimaksud antara lain proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, hingga pertanian berkelanjutan.

“Green Economy merupakan salah satu komitmen jangka panjang BNI. Tentunya seluruh Penawaran Umum Green Bond ini akan kami gunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori KUBL seperti arahan dari pemerintah dan otoritas,” tutur Adi.

Lebih lanjut Ia bilang, dalam kaitannya dengan pembiayaan KUBL, BNI telah menyusun Kerangka Kerja Green Bond (Green Bond Framework) yang di dalamnya terdapat pengaturan mengenai mekanisme pemilihan proyek (project selection) dan penggunaan dana serta mekanisme pelaporan yang diperoleh dari Penawaran Umum Green Bond.

Ledger Insights (doc.)

Dari sisi penyaluran kredit, portofolio hijau BNI mencapai Rp 170,5 Triliun pada kuartal I-2022, mengambil porsi 28,9 persen dari total portofolio kredit BNI.

Pembiayaan hijau ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan UMKM dengan total portofolio mencapai Rp 115,2 Triliun.

“Selebihnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ekosistem lingkungan hijau, energi baru terbarukan sebesar Rp 10,3 Triliun, serta pengelolaan polusi sebesar Rp 6,8 Triliun, serta pengelolaan air dan limbah sebesar Rp 23,3 Triliun,” ucap Adi.

Selain itu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pada tiga bulan pertama tahun ini perseoran berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 3,96 Triliun, tumbuh 63,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“BNI mempertahankan ekspansi kinerja solid pada awal tahun ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang menguat.”