International Investor Club – Pefindo menegaskan peringkat idAA untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015 milik KB Bukopin senilai Rp 400 Miliar yang akan jatuh tempo pada 30 Juni 2022.

Baca Juga:BNI akan Terbitkan Tiga Seri Obligasi Hijau Bernilai Triliunan

Obligasi dari KB Bukopin

Obligasi kB Bukopin
Kompas (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Pefindo menyebut, perusahaan siap untuk membayar obligasi yang akan jatuh tempo tersebut didukung oleh kas internal Rp 472,2 Miliar dan penempatan pada Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 1,6 Triliun pada akhir 2021.

Dalam keterangan resmi, Pefindo mengungkapkan:

“Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan.”

Oleh karena itu, kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lain adalah sangat kuat.

KB Bukopin merupakan bank umum skala menengah di Indonesia yang fokus pada bisnis retail, yang terdiri dari segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UKM), dan konsumer.

Pada akhir Desember 2021, pemegang saham pengendali Bank adalah Kookmin Bank Co.,Ltd dengan kepemilikan sebesar 67,00%, dan publik 33,00%. Bukopin didukung oleh 4.774 karyawan dengan 1 kantor pusat, 43 kantor cabang, 310 kantor cabang pembantu, 4 kantor fungsional, dan 673 ATM.

Selain itu, KB Bukopin, secara khusus, merancang program Korean Link Business untuk membantu perusahaan-perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia mengembangkan bisnis mereka melalui berbagai produk dan layanan perbankan. Fasilitas yang lengkap telah disiapkan. Sebut saja produk kredit (lending), simpanan (funding), bank garansi, serta fasilitas trade finance seperti letter of credit (LC), Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), dan standby LC.

Tentu saja, sebagai pemilik KB Bukopin, KB Kookmin mendukung penuh program ini. Masuknya KB Kookmin Bank ke Bukopin dan kehadiran program spesial ini memberikan angin segar bagi pelaku usaha Korea Selatan yang ada di Indonesia. President Director KB Bukopin Chang Su Choi meyakini, Korean Link Business mampu menyediakan ekosistem layanan perbankan berkonsep one stop service kepada perusahaan asal Korea Selatan di Indonesia.

“Dengan kolaborasi KB Kookmin Bank dan KB Bukopin, bank fokus pada strategi ‘Korean company as anchor business’, dengan membangun ekosistem value chain and supply chain serta payroll dan layanan perbankan dalam konsep one stop service,” tuturnya.

Potensi bisnis Korean Link Business luar biasa besar. Pasalnya, saat ini, terdapat lebih dari 2.000 perusahaan asal Korea Selatan di Indonesia, baik skala besar maupun kecil. Dari jumlah itu, terdapat 190 perusahaan yang menjadi nasabah KB Kookmin di Korea Selatan.

KB Bukopin mencatat, Korean Link Business telah menjaring 51 korporasi Korea Selatan di Indonesia. Nama-nama besar masuk ke dalam daftar itu, di antaranya Krakatau Posco, Lotte Group, LG Electronics, Hyundai, Hankook Tire, Lock&Lock, dan masih banyak lagi.