Obligasi RI

International Investor Club – Berbeda dengan pasar saham yang sedang mengalami penurunan, pasar obligasi RI nampaknya masih cerah. Prospek penerbitan obligasi maupun sukuk korporasi di tahun 2022 dinilai akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: AMAG Lanjut Perpanjang Buyback Saham

Obligasi RI Layakkah Dilirik?

Obligasi Negara Indonesia

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2022 adalah 47 Emisi dari 35 Emiten senilai Rp 57,39 Triliun.

Selama periode 18 – 22 April 2022, 2 obligasi dan 1 sukuk tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Senin pekan lalu, Obligasi Berkelanjutan III Merdeka Copper Gold Tahap II Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 2 Triliun.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Bond adalah idA (Single A) dan bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian, pada akhir pekan, tepatnya Jumat (13 Mei), Obligasi IV Waskita Karya Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah I Waskita Karya Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan masing-masing nominal sebesar Rp 2,13 Triliun dan Rp 1,15 Triliun.

Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk Bond adalah idAAA(gg) (Triple A, Government Guarantee) dan Sukuk Mudharabah adalah idAAA(sy)(gg) (Triple A Syariah, Government Guarantee). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank KB Bukopin Tbk.

Menurut Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Tirta Citradi, prospek penerbitan obligasi korporasi dan sukuk bisa mencapai Rp 144 Triliun tahun ini seiring dengan kebutuhan untuk refinancing maupun belanja modal.

Meskipun tantangannya adalah pada momentum kenaikan suku bunga acuan, tetapi berinvestasi di Bond korporasi dapat menjadi salah satu alternatif investasi untuk mengoptimalkan imbal hasil dengan risiko yang tetap terjaga.

“Obligasi korporasi masih cukup menarik karena dari segi risiko membaik, pemulihan ekonomi berlanjut, kinerja keuangan juga mengalami peningkatan. Kupon obligasi korporasi juga atraktif,” tutur Tirta Citradi kepada CNBC Indonesia, Minggu (15 Mei).

Lebih lanjut Tirta merekomendasikan kepada investor yang ingin berinvestasi di obligasi korporasi, untuk melihat beberapa aspek seperti karakter obligor selama ini.

Kemudian cermati juga dari sisi kapasitas perusahaan dalam membayar kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selanjutnya adalah dari sisi covenant atau batasan-batasan, collateral, company competitiveness dan coupon attractiveness.

Terakhir Tirta mengatakan Bond korporasi dengan rating triple A (AAA) sampai single A (A) dengan tenor 1-5 tahun masih dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan risk adjusted return dari overall portofolio investor baik yang fokus pada aset-aset fixed income maupun balanced asset.