International Investor Club – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA untuk beberapa obligasi dan sukuk milik Adira Finance yang akan jatuh tempo di Juli dan Agustus mendatang.

Beberapa obligasi yang mendapatkan peringkat tersebut, antara lain Obligasi PUB V/2020 Tahap II/2021 Seri A senilai Rp 559,0 Miliar, Obligasi PUB IV/2017 Tahap III/2018 Seri D senilai Rp 268,5 Miliar, dan Obligasi PUB III/2015 Tahap VI/2017 Seri C senilai Rp 68 Miliar.

Baca Juga: Obligasi RI Bisa Dilirik Saat Pasar Saham Gak Bersahabat

Obligasi dan Sukuk Adira Finance

adira
Kontan (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, untuk sukuk yang mendapat peringkat idAAA (sy) antara lain Sukuk Mudharabah IV/2020 Tahap II/2021 Seri A Keuangan Berkelanjutan senilai Rp 134 Miliar yang akan jatuh tempo pada 3 Agustus 2022.

Kesiapan Adira Finance untuk melunasi obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo didukung oleh kas dan setara kas sebesar Rp 3,2 Triliun pada akhir Maret 2022 dan penagihan piutang pembiayaan sebesar Rp 4,2 Triliun per bulan.

“Surat utang dengan peringkat idAAA memiliki peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kapasitas emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya atas jaminan utang lebih dibandingkan dengan emiten Indonesia lainnya,” tulis Pefindo.

Sebagai informasi, Adira Finance menyediakan layanan pembelian otomotif dan pembiayaan multiguna. Per 31 Maret 2022, Adira Finance memiliki 17.099 karyawan yang melayani nasabah melalui 438 jaringan bisnis termasuk cabang syariah yang tersebar di berbagai kota di seluruh negara.

Saat ini, saham Adira Finance sebanyak 92,07% saham dimiliki oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan 7,93% saham dimiliki oleh publik.

Selain itu, Pefindo telah menegaskan peringkat idAA untuk Obligasi I/2017 Seri B senilai Rp 239 Miliar yang diterbitkan PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) yang akan jatuh tempo pada 7 Juli 2022.

Pefindo menyebut, bank siap untuk melunasi obligasi tersebut didukung oleh aset likuid yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI) dan bank lain senilai Rp 1,1 Triliun pada akhir Maret 2022.

“Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan,” kata Pefindo.

Menurut Pefindo, kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten-emiten lain adalah sangat kuat.

Bank Raya memfokuskan kegiatan perbankan pada gig economy dan beroperasi melalui 11 kantor cabang, 11 kantor cabang pembantu, 8 community branch, dan 3 kantor kas.