International Investor Club – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 Triliun.

Baca Juga: BNII Siapkan Ratusan Miliar Rupiah untuk Pelunasan Obligasi

Obligasi Hijau dari BBNI

bbni
Finansialku (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Green Bond Seri A yang ditawarkan senilai Rp 4 Triliun dengan tingkat bunga atau kupon tetap sebesar 6,35% dengan jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi. Green Bond Seria A akan jatuh tempo pada 21 Juni 2025.
Sedangkan Seri B ditawarkan sebesar Rp 1 Triliun dengan kupon 6,85% dan akan jatuh tempo pada 21 Juni 2027.

Berikut  jadwal penawaran Green Bond BNI:

– Tanggal efektif : 10 Juni 2022
– Masa penawaran : 14-16 Juni 2022
– Tanggal penjatahan : 17 Juni 2022
– Tanggal distribusi green bond secara elektronik : 21 Juni 2022
– Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 22 Juni 2022.

Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 21 September 2022 sedangkan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal jatuh tempo masing-masing seri Green Bond yakni pada 21 Juni 2025 (Seri A), 21 Juni 2027 (Seri B), dan 21 Juni 2029 (Seri C).

Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Green Bond setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

Yakni, proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam dan penggunaan tanah yang berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, gedung berwawasan lingkungan, dan pertanian berkelanjutan.

Pembiayaan proyek-proyek tersebut tentunya dengan memperhatikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond).

Dalam rangka penerbitan Green Bond ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia, yaitu idAAA (Triple A).

Sebelumnya, BNI berpotensi menggarap bisnis dari perdagangan Indonesia-Korea Selatan yang diprediksi menyentuh $30 Miliar tahun ini.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto menyambut positif kerja sama yang dilakukan BNI dengan KB Kookmin Bank. Kerja sama ini tidak hanya dapat mendorong bisnis perusahaan semata, tetapi juga ekonomi Indonesia ke depan.

Dia mencatat tahun lalu nilai perdagangan Indonesia-Korea Selatan telah mencapai $17 Miliar. Tahun ini dia optimistis bahwa nilai perdagangan tersebut bisa meningkat signifikan hingga $30 Miliar.