International Investor Club – PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) akan membagikan dividen final sebesar Rp84 per saham, sesuai persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPS Tahunan pekan kemarin.

“RUPS Tahunan telah menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2021, termasuk pembagian dividen final sebesar Rp84 per saham,” kata Presiden Direktur Unilever Ira Noviarti dalam paparan publik.

Baca Juga: BBYB akan Lakukan Private Placement 942 Juta Saham

Dividen dari UNVR

Unilever UNVR

Dalam sajian berita Tempo dijabarkan, jumlah saham Unilever Indonesia yang tercatat di BEI mencapai 38,15 miliar saham. Dengan demikian, total dividen final sekitar Rp3,2 Triliun.

UNVR tercatat memperoleh laba bersih Rp5,76 Triliun atau Rp151 per saham untuk tahun buku 2021. Laba ini turun 19,61 persen dibandingkan dengan 2020.

UNVR telah membagikan dividen interim Rp66 per saham pada 16 Desember 2021. Dengan demikian, dividend payout ratio (DPR) untuk tahun buku 2021 mencapai 99,3 persen.

Sebagai upaya penguatan organisasi, RUPS Tahunan UNVR mengubah jajaran kepemimpinan senior dengan mengangkat sejumlah Direktur.

Jajaran direksi UNVR yang baru diangkat adalah:

  • Amaryllis Esti Wijono sebagai direktur kategori Nutrition.
  • Anindya Garini Hira Murti Triadi sebagai direktur kategori Ice Cream
  • Sandeep Kohli sebagai direktur kategori Beauty & Wellbeing
  • Shiv Sahgal sebagai direktur kategori Home Care
  • Vivek Agarwal sebagai direktur keuangan.

“Kami yakin bahwa komposisi jajaran Direksi yang diresmikan hari ini bukan hanya akan membawa gagasan dan ide segar, tetapi juga akan membawa peluang baru bagi Perseroan untuk terus menjadi yang terdepan dalam menumbuhkan bisnis yang kompetitif, berkelanjutan, serta bertanggung jawab,” kata Ira.

Dan berikut adalah jadwal pembagian dividen:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada 23 Juni 2022
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada 24 Juni 2022
  • Cum Dividen di Pasar Tunai pada 27 Juni 2022
  • Ex Dividen di Pasar Tunai pada tanggal 28 Juni 2022.

Di sisi lain, Ira Noviarti bersama seluruh jajaran direksi perseroan melempar sinyal optimisme atas peluang pertumbuhan berkelanjutan bagi Unilever di masa depan, termasuk pada segmen konsumen premium yang tumbuh lebih agresif dibandingkan segmen menengah.

“Pada tahun 2025, kelas menengah-keatas akan mencapai lebih dari setengah populasi, dengan sekitar 68 persen dari populasi tinggal di daerah perkotaan.”

Ira juga menambahkan dalam menjabarkan two speed of economy yang terjadi di Indonesia saat ini, perseroan perlu menghadirkan portofolio yang lengkap serta profitabilitas yang optimal.

Konsumen kelas menengah secara jumlah memang mayoritas, namun rentan terhadap tekanan daya beli, untuk itu Perseroan akan tetap menjaga tersedianya opsi produk yang lebih terjangkau. Di sisi lain, Perseroan juga menangkap bahwa segmen kelas atas tumbuh pada tingkat yang jauh lebih cepat, yang dilihat perseroan sebagai sebuah peluang.

“Dengan pertumbuhan konsumen menengah ke atas yang berkelanjutan ini, kami melihat premiumisasi akan menjadi lokomotif pertumbuhan dalam 5 tahun ke depan. Untuk segmentasi konsumen yang lebih besar, Perseroan menyediakan paket dan harga yang sesuai untuk mendorong peningkatan pangsa pasar sekaligus menyesuaikan ukuran keranjang konsumen. Kami juga menyediakan portofolio yang berbeda dengan segmen harga yang lebih rendah,” ungkap Ira.