International Investor Club – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ambles 4,92% ke Rp 348/unit pada perdagangan sesi I awal pekan.

Saat awal perdagangan, harga saham GOTO dibuka di Rp 366/unit. Saham GOTO ditransaksikan di harga Rp 344-376 per unit dengan nilai transaksi mencapai Rp 619,16 Miliar.

Baca Juga: BMRI Selesaikan Pengalihan Saham Treasuri

GOTO Diborong Asing

GOTO saham
Detik (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, meskipun terjadi koreksi yang tajam sebenarnya asing mengakumulasi saham GOTO senilai Rp 25,12 Miliar di pasar reguler.

Dalam sepekan terakhir harga saham GOTO juga mencatatkan koreksi sebesar 10,31%. Namun net buy asing di pasar reguler di saham GOTO sebesar Rp 60,39 Miliar.

Namun dalam satu bulan terakhir harga saham tersebut masih mencatatkan apresiasi lebih dari 23%.

Salah satu katalis positif yang mengerek harga saham GoJek ini dalam satu bulan terakhir adalah masuknya saham emiten startup decacorn yang satu ini sebagai konstituen indeks LQ45, IDX30 dan IDX80.

Di indeks LQ45 dan IDX30 saham GoJek dan Tokopedia ini menggantikan saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Sedangkan untuk indeks IDX80 saham GOTO menggantikan saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).

“Daftar dan jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks pada indeks-indeks tersebut akan efektif berlaku pada tanggal 8 Juni 2022 hingga Juli 2022,” tulis pengumuman BEI.

Sebagai saham dengan nilai kapitalisasi besar dan masuk 5 perusahaan publik dengan nilai pasar terbesar di bursa saham domestik, wajar jika emiten ini masuk menjadi konstituen berbagai indeks.

Masuknya GOTO sebagai konstituen indeks ini menjadi katalis positif karena membuat aksi borong dilakukan oleh investor baik institusi seperti reksadana hingga investor asing.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau setelah sempat ambles lebih dari 1% pada awal perdagangan sesi pertama.

Indeks bursa Indonesia tersebut ditutup menguat 0,57% ke posisi 6.976,377. Meski berhasil menguat, tetapi IHSG belum mampu kembali menyentuh zona psikologisnya di 7.000.

Dan sebelumnya, salah satu konglomerasi terbesar Indonesia dengan bisnis terdiversifikasi, PT Astra International Tbk (ASII) kini memiliki 5,43% saham PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL). Porsi ini tercapai setelah konglomerasi tersebut melakukan beberapa kali transaksi.

Dalam keterbukaan informasi, saham milik ASII sebelum transaksi sebanyak 734.554.660 saham atau setara 4,92%. Kemudian, Astra melakukan transaksi sebanyak 0,51% dalam rentang waktu 7 Juni hingga 15 Juni 2022.