International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang 2022 adalah 52 emisi dari 40 emiten senilai Rp64,20 Triliun.

Awal pekan ini, BEI mencatat Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2022 yang diterbitkan PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) dengan nilai nominal sebesar Rp750 Miliar.

Baca Juga: ADRO Perpanjang Buyback Saham Rp4 Triliun

Obligasi dan Sukuk Tanah Air

Obligasi - Bond

Dalam sajian berita Okezone dijabarkan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 501 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp455,24 Triliun dan $47,5 Juta, diterbitkan oleh 122 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 151 seri dengan nilai nominal Rp4.811,09 Triliun dan $205,99 Juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp4,34 %riliun.

Sementara itu, pada data perdagangan selama sepekan ditutup bervariasi. Peningkatan terjadi pada rata-rata volume transaksi Bursa selama sepekan yaitu sebesar 1,37% menjadi 28,103 miliar saham dari 27,722 miliar saham pada pekan yang lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian Bursa turut mengalami peningkatan sebesar 0,30%, yaitu menjadi Rp17,237 Triliun dari Rp17,186 Triliun pada pekan sebelumnya.

Sedangkan, rata-rata frekuensi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 10,78% menjadi 1.381.605 transaksi dari 1.548.503 transaksi pada pekan sebelumnya.

Kemudian IHSG selama sepekan IHSG turut mencatatkan perubahan sebesar 2,11% sehingga berada pada level 6.936,967 dari 7.086,648 pada pekan yang lalu.

Perubahan juga terjadi pada pergerakan kapitalisasi pasar Bursa selama sepekan yaitu sebesar 1,96% menjadi Rp9.087,685 Triliun dari Rp9.269,642 Triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp782,42 Miliar dan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp69,211 Triliun.

Di sisi lain, sebelumnya, PT Indika Energy Tbk (INDY) bakal membeli kembali penawaran tender obligasi senilai $250 Juta atau sekitar Rp3,6 Triliun. Jumlah tersebut sebagaimana dapat ditingkatkan atau disesuaikan oleh perseroan.

Disebutkan, pembelian kembali itu dilakukan untuk obligasi dengan nilai $575 Juta dan $675 Juta yang diterbitkan di Bursa Singapura (SGX). Perinciannya, pertama, Obligasi $575 Juta, memiliki kupon 5,875% yang jatuh tempo pada 2024, diterbitkan oleh Indika Energy Capital III Pte. Ltd. (IEC III) (Surat Utang 2024). Kedua, obligasi senilai $675 Juta dengan kupon 8,25% yang jatuh tempo pada 2025, diterbitkan oleh Indika Energy Capital IV Pte. Ltd. (IEC IV) (Surat Utang 2025).