International Investor Club – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyampaikan bakal membagikan dividen sebesar Rp 10 per saham. Direktur Keuangan HRTA, Ong Deny mengatakan, dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2021 yang disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Baca Juga: GOTO Diborong Asing Meski Performa Buruk, Kenapa?

Dividen dari HRTA

HRTA
Berita Satu (doc.)

“Dividen payout ratio tahun ini sebesar 23,74 persen. Dividen payout ratio masih berada dalam rentang 20-25 persen sejak tahun 2018 sampai tahun sekarang,” ujar Ong dalam Public Expose HRTA.

Dalam sajian berita Okezone dijabarkan, Ong menyebut nilai dividen tersebut termasuk dividen yield kepada investor tetap konsisten setiap tahun pada level 3 – 5 persen.

HRTA membukukan laba bersih atau net income sebesar Rp 193,98 Miliar sepanjang 2021. Jumlah tersebut tumbuh 13,32 persen yoy dibanding laba tahun berjalan 2020 yang sebesar Rp 171,17 Miliar.

Di tahun 2021, Hartadinata Abadi berhasil mengembangkan bisnis Perseroan dengan melakukan kerjasama dengan PT Emas Antam Indonesia (EAI) dalam memproduksi dan merilis EmasKITA yang menghadirkan variasi logam mulia ukuran mikro (mikrobar) pecahan 0.1 gram dan 0,25 gram. Selain itu ada juga koleksi perhiasan berbahan emas murni bernama Kencana.

Selama tahun 2022 ini, Hartadinata Abadi menargetkan untuk membuka minimal 10 gerai Hartadinata Abadi Store. Selain itu juga hingga Juli 2022, HRTA menargetkan untuk memiliki total 82 toko emas yang berada dibawah jaringan Hartadinata Abadi.

Dividen Saham

Di sisi lain, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) melakukan pembagian dividen sebesar Rp4,96 Miliar atau Rp15 per saham atas laba tahun buku 2021.

Pembagian dividen emiten industri perekat ini dilakukan terhadap total 331,12 juta saham yang beredar. Keputusan tersebut telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 Juni 2022.

Investor yang berhak atas dividen DPNS merupakan para pemegang saham yang namanya terdaftar dalam daftar pemegang saham (DPS) hingga 27 Juni 2022 di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Sedangkan cum dividen di pasar tunai sekaligus tanggal akhir pencatatan berakhir hingga 29 Juni 2022, hingga pukul 15:00 WIB.

Adapun pembayaran dividen dilakukan pada 20 Juli 2022. Demikian disampaikan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia.