International Investor Club – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah memutuskan menebar dividen final sebesar Rp 84 per saham atau total Rp 3,20 Triliun. Tanggal cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 23 Juni 2022 kemarin.

Baca Juga: BACA Bakal Rights Issue, Tebar 19,96 Miliar Saham

UNVR Melesat

Unilever UNVR
Agent Pekka (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, pada penutupan pasar pekan kemarin, saham UNVR menguat 1,45% ke Rp 4.990 per saham.

Biasanya pasca pada saat ex dividen saham pembagi dividen langsung mengalami koreksi dalam karena sebagian investor melepas kepemilikan mereka. Namun yang terjadi di saham UNVR pada Jumat justru ditutup menguat.

Namun pada saat pasar dibuka saham Unilever sempat mengalami koreksi tapi tidak sampai 2%.Tapi menjelang penutupan harga saham UNVR menguat 0,60% ke Rp 4.990 per saham.

Sementara mengutip RTI Business, saham Unilever menguat 7,31% sepanjang pekan kemarin. Kenaikan saham UNVR ini seiring dengan aksi net buy asing sebesar Rp 107,17 Miliar pada pekan ini. Total volume perdagangan saham UNVR mencapai 185,88 juta dengan nilai transaksi Rp 919,73 Miliar sepekan kemarin.

Sepanjang tahun 2021 UNVR membukukan penjualan bersih senilai Rp 39,5 Triliun. Kategori foods & refreshment menjadi penopang utama penjualan dengan pertumbuhan 1,4% year on year (yoy).

Penjualan bersih UNVR tahun lalu turun 8% secara tahunan. Sejalan dengan penurunan penjualan, laba bersih UNVR juga merosot. UNVR meraih laba bersih Rp 5,75 Triliun pada 2021 atau turun 19,69% yoy.

ARB saham
Bisniscom (doc.)

Di sisi lain, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tren menguat pada pekan kemarin, investor asing justur mencatat net sell dalam jumlah besar. Hal ini terjadi salah satunya disebabkan kekhawatiran ancaman resesi ekonomi Amerika Serikat.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG menguat 44,67 poin atau 0,64% ke level 7.042.937 pada penutupan perdagangan Jumat (24 Juni). Sementara itu dalam sepekan IHSG tercatat menguat 1,53% dibandingkan penutupan pekan lalu.

Kenaikan IHSG ini justru dimanfaatkan asing dengan mencatat net sell asing sebesar Rp 4,20 Triliun di sepanjang pekan kemarin.

Investor asing mencatat net sell terbesar pada saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebesar Rp 2,3 Triliun. Saham SMMA sepekan ini flat di Rp 12.100 per saham. Total volume perdagangan saham SMMA mencapai 681,8 juta dengan nilai transaksi Rp 8,03 Triliun.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga ramai dilego asing sebesar Rp 659,33 Miliar. Namun saham MDKA justru melesat 8,23% ke Rp 4.440 per saham sepekan kemarin. Total volume perdagangan saham MDKA mencapai 705,75 juta dengan nilai transaksi Rp 3,12 Triliun.