Thursday, August 18, 2022

MTEL Akan Akusisi Ribuan Menara Telkomsel Senilai Rp10 Triliun

Must Read

Kadek
Kadek
Sarjana IT yang menyukai Dunia Finansial dan Properti karena potensi masa depannya

International Investor Club – Emiten menara telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berencana mengakuisisi 6.000 menara milik Telkomsel senilai Rp10,28 Triliun.

Menurut keterbukaan informasi di website Bursa Efek Indonesia (BEI), nantinya, Mitratel akan menyewakan kembali 6.000 menara tersebut kepada Telkomsel.

Baca Juga: BIRD Anjlok Pasca Gugatan Rp11 Triliun dari Investor. Ada Apa?

MTEL Akuisisi Menara Telkomsel

MTEL
Liputan6 (doc.)

Dalam sajian berita IDX Channel dijabarkan, Telkomsel juga berkomitmen untuk memesan 1.000 menara BTS (Built-to-Suit) dari Mitratel dalam waktu 3 tahun ke depan serta sewa menyewa atas 712 lahan milik Telkomsel oleh Mitratel di mana menara didirikan.

Adapun, nilai transaksi senilai Rp10,28 Triliun di atas termasuk sewa lahan milik Telkomsel yang dibayarkan oleh Mitratel dan timbal balik yang dibayarkan oleh Mitratel terkait komitmen dan janji pemesanan BTS oleh Telkomsel kepada perseroan.

Oleh karena Mitratel dan Telkomsel tergabung dalam PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom, transaksi ini keduanya memiliki hubungan afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.

Mitratel adalah anak usaha yang dikendalikan langsung oleh Telkom dengan kepemilikan 71,869%. Sementara, Telkomsel anak usaha yang juga dikendalikan langsung oleh Telkom dengan kepemilikan 65,00%.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja, nilai ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp33.645.609.820.000.

Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian, nilai Transaksi adalah sebesar Rp10.280.000.000.000.

“Dalam Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan, nilai Transaksi sebagaimana diatur dalam Perjanjian mencerminkan 30,6% dari nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2021 sehingga Transaksi merupakan Transaksi Material,” jelas manajemen Mitratel.

Manajemen Mitratel melanjutkan, akuisisi 6.000 menara milik Telkomsel dengan Tenancy Ratio 1,00x (portfolio transaksi) beserta Kerjasama B2B (business to business)-nya dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai leading TowerCo yang mengelola lebih dari 28.000 menara.

Selain itu, kata pihak Mitratel, portfolio transaksi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan bisnis menara Perseroan karena didukung oleh Telkomsel sebagai penyewa utama yang menyewa kembali seluruh menara yang ditransaksikan serta potensi penambahan tenant baru yang besar.

Lebih lanjut, manfaat transaksi juga sejalan dengan rencana strategis perseroan dan pemegang saham untuk memaksimalkan nilai bisnis menara, memperbesar kontribusi bisnis menara, dan memaksimalkan portofolio yang beragam untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Manajemen MTEL membeberkan manfaat lainnya yang bisa diperoleh dari akuisisi menara tersebut.

“Telkomsel sebagai penjual adalah satu-satunya operator selular Indonesia yang masih memiliki lebih dari 6.000 menara sebelum Transaksi. Perseroan sebagai pembeli adalah salah satu perusahaan menara yang terbesar di Indonesia dengan kepemilikan lebih dari 28.000 menara sebelum Transaksi. Transaksi ini dilakukan sebagai bagian dari sinergi grup usaha Telkom,” jelas pihak MTEL.

Sementara, berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) dari Kantor Jasa (KJPP) Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, transaksi akuisisi tersebut wajar.

“Atas dasar analisis yang penilai lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis kewajaran nilai Transaksi dan analisis atas faktor-faktor lain yang relevan maka penilai berpendapat bahwa Rencana Transaksi Akuisisi […] adalah Wajar,” demikian jelas keterbukaan informasi.

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyuntikkan modal kepada entitas usahanya yakni, PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) sebesar USD 50 juta atau sekitar Rp 744,15 Miliar.

- Advertisement -spot_img

Latest News

LPPI Akan Terbitkan Obligasi Senilai Rp1,05 T. Minat?

International Investor Club - PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tbk (LPPI) bakal menerbitkan obligasi senilai Rp1,05 Triliun....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img