Thursday, August 18, 2022

JTPE Mengalami Lonjakan Laba 67 Persen. Apakah Menarik?

Must Read

Kadek
Kadek
Sarjana IT yang menyukai Dunia Finansial dan Properti karena potensi masa depannya

International Investor Club – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) berhasil membukukan kinerja mengkilap di sepanjang semester I-2022 lalu. Dari segi laba periode berjalan, misalnya, perusahaan berhasil meraup Rp20,26 Miliar, melonjak hingga 67 persen dibanding perolehan Rp12,11 Miliar pada semester I-2021.

Baca Juga: UNVR Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Margin

Laba JTPE Meroket

JTPE
Jasuindo (doc.)

Dalam sajian berita IDX Channel dijabarkan, pertumbuhan laba terjadi seiring meningkatnya penjualan bersih sebesar 35,01 persen menjadi Rp379,66 Miliar, dari sebelumnya Rp 281,20 Miliar. Segmen dokumen security menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yaitu sebesar Rp 290,50 Miliar, tumbuh 22,21 persen dari semula Rp237,69 Miliar.

Sementara itu, pendapatan dari segmen dokumen non security berkontribusi sebesar Rp89,15 Miliar atau naik hingga 104,9 persen dari Rp43,51 Miliar. Kemudian, perseroan juga membukukan kenaikan pendapatan lainnya sebesar 121 persen dari semula Rp993 Juta menjadi Rp 2,198 Miliar.

“Kami bersyukur, perseroan berhasil melewati semester pertama tahun ini dengan kinerja yang baik,” ujar Direktur Utama JTPE, Oei Allan Wibisono.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp279,54 Miliar, dari sebelumnya sebesar Rp203,36 Miliar. Kemudian, beban penjualan juga naik 16,02 persen menjadi Rp10,62 Miliar dari sebelumnya Rp9,15 Miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar 14,70 persen menjadi Rp57 Miliar.

Hingga akhir Juni 2022, total nilai aset JTPE tumbuh 20,17 persen dari sebelumnya sebesar Rp1,21 Triliun menjadi Rp1,45 Triliun. Di lain pihak, liabilitas perseroan juga naik 73,19 persen menjadi Rp301,75 Miliar, serta ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp934,57 Miliar.

Allan menjelaskan bahwa peningkatan nilai aset perseroan sepanjang semester pertama didorong oleh peningkatan jumlah persediaan, piutang usaha, serta uang muka pembelian.

Sementara itu, peningkatan liabilitas terjadi antara lain karena adanya peningkatan pinjaman bank jangka pendek, peningkatan hutang usaha, serta beban yang harus dibayar kepada pihak ketiga.

“Peningkatan pada aset maupun liabilitas ini, disebabkan oleh adanya peningkatan aktivitas bisnis perseroan,” ungkapnya.

Ia berharap, pencapaian tersebut dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, sejalan dengan upaya ekspansi yang terus dijalankan perseroan di bidang solusi digital dan dokumen security.

Di samping itu, per tanggal 1 Agustus 2022 saham JTPE mulai diperdagangkan pada pasar tunai dengan nilai nominal baru setelah pelaksanaan stock split atau pemecahan saham 1:4, yang merupakan upaya perseroan untuk meningkatkan likuiditas saham.

Pemecahan saham JTPE dari nilai nominal saham Rp 20 per saham menjadi Rp5 saham tersebut dilaksanakan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan pada tanggal 29 Juni 2022.

“Semoga melalui stock split ini, likuiditas saham JTPE dapat meningkat, sehingga akan lebih banyak investor publik yang tertarik bertransaksi di saham JTPE,” tegas Allan.

- Advertisement -spot_img

Latest News

LPPI Akan Terbitkan Obligasi Senilai Rp1,05 T. Minat?

International Investor Club - PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tbk (LPPI) bakal menerbitkan obligasi senilai Rp1,05 Triliun....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img