International Investor Club – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat pertumbuhan nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) sebesar 39 persen secara tahunan. Dengan demikian, GOTO telah mengantongi Rp150,5 Triliun sepanjang kuartal II-2022.

Baca Juga: BRIS Ingin Tambah Modal, Akan Rights Issue 6 Miliar Saham

Transaksi Bruto GOTO Bertumbuh

GOTO
Pikiran Rakyat (doc.)

Dalam sajian berita IDX Channel dijabarkan, seiring dengan pertumbuhan GTV, pendapatan bruto perseroan juga naik 45% secara tahunan yang mencapai Rp5,5 Triliun. Adapun, pertumbuhan keduanya didorong oleh oleh perkembangan upaya monetisasi, termasuk di antaranya pembaruan skema komisi pedagang e-commerce, pendapatan komisi dari layanan pesan antar makanan, dan pemulihan pada sektor mobilitas.

Dalam keterangan resminya, manajemen GOTO menyampaikan, kondisi pada kuartal kedua tahun ini berbeda dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana pada tahun ini pembatasan mobilitas masyarakat mulai dilonggarkan, khususnya pada perayaan Idul Fitri.

Meski terdapat penurunan aktivitas pada periode libur karena masyarakat banyak yang mudik ke kampung halaman, namun perseroan tetap mencatat penggunaan yang tinggi dari konsumen.

“Adapun, tingkat belanja per pengguna tumbuh 17% secara tahunan, sementara jumlah annual transacting users (ATU) tumbuh 28% secara tahunan dan mencapai 67 juta pengguna,” kata manajemen GOTO dalam keterangan resminya.

Perseroan meyakini, pertumbuhan pengguna sebagai dampak dari adanya integrasi antar platform yang dilakukan perseroan, seperti peluncuran GoPayCoins yang diklaim meningkatkan jumlah pengguna hingga 80%.

Di samping itu, pada kuartal II tahun ini, GOTO telah mengurangi jumlah insentif sebagai persentase dari GTV sebanyak 52 basis poin dibandingkan kuartal sebelumnya. Margin kontribusi grup naik sebesar 47 basis poin, sementara margin EBITDA yang disesuaikan sebagai persentase dari GTV meningkat 69 basis poin.

Selain pengurangan insentif, guna mencapai profitabilitas, GOTO juga menjalankan strategi pemanfaatan dana dan model pembelajaran mesin atau machine learning yang lebih baik untuk meningkatkan akurasi penargetan iklan, serta hasil dari setiap belanja pemasaran dan promosi yang dikeluarkan.

“Kemudian, dengan melakukan sinergi ekosistem, seperti pemanfaatan GoPayCoins yang lebih luas, yang mulai mendorong efisiensi serta, peningkatan margin kontribusi per konsumen,” lanjut manajemen GOTO.