International Investor Club – Macquarie Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap prospek kinerja keuangan dan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ke depan. Hal ini didukung berjalannya monetisasi, efisiensi dan margin breakeven tahun 2024.

Baca Juga: WSKT Raih Kontrak Proyek Lagi, Kini Senilai Rp2,4 Triliun

GOTO Menuju Marjin Positif

GOTO
Pikiran Rakyat (doc.)

Dalam sajian berita Investor ID dijabarkan, Head of Research Macquarie Sekuritas Ari Jahja dalam riset terbarunya menyebutkan, perusahaan memiliki prospek yang baik jangka panjang di Indonesia, menyusul posisi perseroan sebagai ekosistem digital terbesar di Indoensia. Sedangkan upaya perseroan untuk memperkuat margin merupakan kunci pergerakan saham perseroan saat ini.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, eksositem perusahaan berhasil mencatatkan tingkat pertumbuhan GTV dan pendapatan kotor yang pesat dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) berkisar 23-27%. Sedangkan peningkatan pendapatan bersih lebih pesat lagi dengan perkiraan 52% periode 2021-2025.

“Kami memperkirakan margin keuntungan perseroan akan terus membaik, seiring peningkatan pendapatan bersamaan dengan pemangkasan biaya. Kami juga menilai bahwa target managemen untuk breakevent margin pada 2024 optimistis tercapai. Sedangkan EBITDA menjadi positif diperkirakan mulai 2027,” terangnya.

Sejumlah skenario tersebut mendorong Macquarie Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 324. Sedangkan seluruh sentimen negatif sudah terefleksi pada harga saham tersebut.

Hingga sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO ditutup melemah Rp 4 (1,52%) menjadi Rp 260. Berdasarkan data, saham GOTO bergerak di bawah level Rp 300 sepanjang bulan September berjalan.

Di sisi lain, Ekspansi perusahaan ke bisnis analisis kelayakan kredit alias credit scoring melalui Tokoscore menuai sambutan positif dari para pelaku pasar. Analis menilai strategi ini akan mendatangkan dua keuntungan sekaligus.

Pertama, Tokoscore akan menjadi tulang punggung GoTo Finansial di bisnis pembiayaan ke pelanggan dan merchant. Kedua, Tokoscore memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dengan mendatangkan pendapatan. Menariknya, melalui bisnis credit scoring alternatif ini, GOTO berpeluang mendulang pemasukan dari luar tiga segmen bisnis utamanya, yaitu: on-demand, e-commerce, dan teknologi finansial.

”Dari Tokoscore tentu harapan utamanya adalah penyaluran kredit yang lebih optimal, sehingga membantu percepatan profitabilitas GOTO,” kata analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandu Dewanto dalam keterangannya.