International Investor Club – Investor kawakan Lo Kheng Hong diketahui melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Petrosea Tbk (PTRO) yang dia jual dalam penawaran tender wajib alias tender offer saham PTRO yang digelar oleh PT Caraka Reksa Optima (CRO).

Baca Juga: ARTO Potensi Untung Gede, Menarikkah?

Lo Kheng Hong Lepas PTRO

Lo Kheng Hong

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, sebelumnya per 30 Juni 2022, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 151.460.600 saham PTRO setara 15,02%. Ia mengatakan:

“Iya, saya sudah melepas semua saham saya melalui tender offer.”

Masa penawaran tender wajib yang dilakukan CRO telah berakhir pada 23 September 2022, setelah CRO mengambilalih Petrosea. Ada sebanyak 287.650.300 saham yang ditawarkan pada masa penawaran tender wajib.

Hasilnya, ada 201.691.457 saham yang memenuhi syarat untuk dibeli dari pemegang saham yang berpartisipasi.

Dalam keterbukaan informasi PTRO yang dikutip, Direktur Utama CRO Haji Romo Nitiyudo Wachjo mengungkapkan, setelah masa penawaran tender wajib, CRO memiliki 89,8% saham PTRO sedangkan publik 10,2%. Kini, tidak ada lagi nama Lo Kheng Hong dalam daftar pemegang saham PTRO.

Sebelumnya, emiten jasa tambang PT Petrosea Tbk diketahui baru mendapatkan kontrak pekerjaan jasa pertambangan senilai Rp 2,89 Triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (16 September), kontrak tersebut diperoleh pada 15 September 2022, dan berjangka waktu lima tahun.

“Pihak-pihak yang melakukan kontrak adalah Perseroan dan PT Karya Bhumi Lestari (anak usaha PTRO) bersama-sama sebagai kontraktor dan PT Indo Bara Pratama (IBP) sebagai klien,” ujar Sekretaris Perusahaan PTRO Anto Broto.

Dia melanjutkan, perolehan kontrak ini dapat memberikan tambahan pendapatan dan memperkuat kondisi keuangan perseroan.

Adapun pekerjaan jasa tambang tersebut akan dilakukan di area tambang yang berlokasi di Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dengan perolehan kontrak ini, Petrosea terus melakukan ekspansi bisnis di jasa pertambangan batu bara yang melengkapi pengembangan diversifikasi di pertambangan mineral lainnya seperti pertambangan bauksit, nikel dan khususnya emas.

“Kami percaya, bahwa melalui ekspansi bisnis yang terus kami lakukan, Petrosea akan semakin berkembang menjadi sustainable resource company yang mendukung pengembangan sektor pertambangan di Indonesia,” ujar Presiden Direktur Petrosea, Romi Novan Indrawan.