International Investor Club – Saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex masih terkena penghentian sementara perdagangan efek perseroan di seluruh pasar oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemberhentian ini sudah dilakukan sejak sesi I perdagangan efek tanggal 18 Mei 2021.

Namun demikian, syarat dan ketentuan untuk dapat membuka suspensi sudah semakin terpenuhi.

Baca Juga: PGAS Masuk Rekomendasi Analis, Kenapa?

Nasib Suspensi SRIL

SRIL
SRIL by Ellen May

Dalam sajian berita IDX Channel dijabarkan, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan Keterbukaan Informasi Perseroan tanggal 30 Agustus 2022, putusan pengesahan perdamaian (homologasi) dan pengakhiran Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sritex telah berkekuatan hukum tetap.

“Perseroan juga telah menyampaikan Pemberitaan di Media Massa Bisnis Indonesia tanggal 29 Agustus 2022,” jelasnya melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh MPI.

Di samping itu, terdapat Pengumuman KSEI tanggal 22 September 2022 terkait Perubahan Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Medium Term Notes (MTN) Sritex Tahap III Tahun 2018. Restrukturisasi MTN juga ini sejalan dengan telah berlakunya homologasi PKPU.

Lebih lanjut, Nyoman menambahkan, bursa dapat mempertimbangkan pembukaan suspensi saham perseroan dengan tiga syarat, yakni pertama, sudah terpenuhinya seluruh kewajiban yang menyebabkan suspensi saham perseroan.

Kedua, tidak adanya potensi penyebab terganggunya going concern perseroan, akibat potensi berlanjutnya perkara PKPU dan kepailitan perseroan, serta ketiga, perseroan telah melaksanakan Public Expose Insidentil.

“Bursa telah meminta perseroan untuk melaksanakan Public Expose Insidentil, setelah perkara PKPU dan kepailitan perseroan selesai, serta tidak terdapat potensi berlanjutnya perkara dimaksud,” tandas Yetna.

Di sisi lain sebelumnya, PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengumumkan pengunduran diri Eko Yuliantoro selaku direktur perseroan. Dalam keterbukaan informasi pada Selasa (27 September), Direksi BIRD menerima surat permohonan Eko Yuliantoro untuk mengundurkan diri sejak 26 September 2022.

“Bersama ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 26 September 2022 PT PT Blue Bird Tbk telah menerima surat pengunduran diri Sdr. Eko Yuliantoro selaku Direktur PT Blue Bird Tbk” tulis surat yang ditandatangani Direktur Utama Sigit Priawan Djokosoetono dan Wakil Direktur Utama Adrianto Djokosoetono.