International Investor Club – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan menebar dividen interim tahun buku 2022. Pembagian dividen ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 29 September 2022.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Jual Semua Saham PTRO-nya, Ada Apa?

AALI Akan Tebar Dividen

AALI
Astra Agro Lestasi (doc.)

Dalam sajian berita IDX Channel dijabarkan, berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (4 Oktober), AALI sepakat membagikan dividen interim sebesar Rp85 per saham.

“Total nilai dividen yang dibagikan adalah sebesar Rp163,598 Miliar atau Rp85 per saham,” jelas Corporate Secretary Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Mario Casimirus Surung Gultom melalui pernyataan resmi.

Berikut jadwal pembagian dividen:

1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 11 Oktober 2022
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 12 Oktober 2022
3. Cum Dividen di Pasar Tunai 13 Oktober 2022 
4. Ex Dividen di Pasar Tunai 14 Oktober 2022
5. Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai 13 Oktober 2022  
6. Pembayaran Dividen 24 Oktober 2022

Pada penutupan perdagangan kemarin, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ditutup menguat 2,42% di level 8.450. PT Astra Agro Lestari Tbk. adalah anak usaha Astra International yang bergerak di bidang pertanian.

Di sisi lain, perusahaan telah menanggapi pemberitaan terkait raksasa consumer goods Nestlé SA yang berencana memutuskan untuk menghentikan pembelian minyak sawit perusahaan lantaran dugaan pelanggaran hak atas tanah dan kerusakan lingkungan.

Manajemen AALI menegaskan komitmen atas tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut, kata manajemen, mencakup upaya perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

“Hal ini disampaikan menanggapi pemberitaan di berbagai media massa tentang rencana Nestle SA yang akan meminta pemasok mereka untuk tidak membeli minyak sawit dari tiga entitas yang terkait dengan Astra Agro,” ungkap dalam rilis pers.

Sebelumnya, mengutip Bloomberg, Kamis (29 September), informasi tentang rencana pemblokiran pasokan oleh Nestle ini, diketahui dari surat perusahaan makanan asal Swiss tersebut kepada Friends of The Earth yang dilihat oleh Bloomberg.

Dalam dokumen tertanggal 28 September itu, Nestlé mengatakan pihaknya memperkirakan proses tersebut akan selesai pada akhir tahun.