International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau suspensi saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) lantaran terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Baca Juga: AALI Bakal Bagi Dividen Rp163,5 Miliar

SMDM Disuspensi BEI

SMDM
Kontan (doc.)

Dalan sajian berita IDX Channel dijabarkan, dalam rangka cooling down BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara saham SMDM pada perdagangan kemarin, Rabu (5 Oktober).

“Penghentian sementara perdagangan Saham SMDM tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A.

Bursa menambahkan, suspensi itu dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham SMDM.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” ungkap Bursa.

Berdasarkan data BEI, dalam sepekan terakhir pergerakan saham emiten yang bergerak di bidang real estat ini terus menguat dengan naik 14,08% dalam sepekan terakhir. Adapun pada perdagangan Selasa (4 Oktober), saham SMDM ditutup naik 7,31% di level 470.

Suspensi Saham
Tempo (doc.)

Di sisi lain sebelumnya, sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau suspensi saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO).

“Penghentian sementara perdagangan Saham WAPO tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A.

Bursa menambahkan, suspensi itu dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham WAPO.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” ungkap Bursa.

Selain itu, BEI telah memasukkan saham PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) dalam radar pantauan akibat adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Diketahui, emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan dan sebagai distributor produk anak perusahaannya ini menunjukkan gerak saham yang turun kemudian naik secara signifikan dalam rentang 5 hari terakhir perdagangan.